Interaksi
antara Manusia dengan Smartphone

Kelompok :
Aliza Azhari ( 20114870 )
Fadli Ramadhan ( 23114764 )
Leprando ( 26114038 )
Aditya Agnesa ( 20114285 )
Nur Indra Prakasa
Nur Indra Prakasa
- Latar Belakang
Arus globalisasi dari hari ke
harinya semakin terlihat deras. Pertukaran informasimenjadi kebutuhan setiap
individu untuk menambah pengetahuan ataupun mengetahui perkembangan kehidupan
di belahan bumi lain. Globalisasi yang arusnya kian deras telah sampai pada
saat dimana kebutuhan pertukaran informasi tidak lagi melulu melalui
pertemuantatap muka.Globalisasi telah menyuguhkan sarana yang diperlukan untuk
kelangsungan dan kenyamanan kehidupan manusia melalui sarana teknologi.
Pengembangan
media teknologi ponsel ini memiliki andil atas kegiatan interaksi sosial bagi
pemegang alat tersebut. Simanjuntak (2004) dalam tulisannya mengenai aspek
sosial telepon selular menyatakan paling tidak ada lima implikasi dari
penggunaan telepon selular. Pertama, terhadap setiap individu yang menggunakan
ponsel tersebut; kedua, terhadap interaksi-interaksi antar individu; ketiga, terhadap
pertemuan tatap muka; keempat, terhadap suatu kelompok-kelompok atau
organisasi; selanjutnya yang kelima adalah terhadapap sistem hubungan di dalam
organisasi dan kelembagaan-kelembagaan masyarakat.
Smartphone atau
ponsel pintar, adalah benda yang sudah tidak asing lagi dalam kehidupan
sekarang ini. Karena fungsinya yang sangat banyak sehingga dapat membantu
berbagai macam aktivitas manusia dan juga bentuknya yang efisien sehingga
semakin memudahkan adanya interaksi antara manusia dengan komputer.
Aplikasi Smartphone yang dikembangkan
mencakup perencanaan bisnis dan solusi manajemen, keuangan dan aplikasi
manajemen keuangan, aplikasi iklan, produk berbagi file, multimedia,
jaringan dan aplikasi blogging, pengembangan aplikasi medis dan
pendidikan, aplikasi GPS dan berbagai hiburan yang dapat memanjakan
pengguna.
Sedangkan
untuk perangkat lunak, sistem operasi yang umum digunakan oleh ponsel pintar
modern ialah Android milik
Google, iOS-nya Apple, Symbian Nokia,
OS BlackBerry RIM, Bada besutan Samsung dan Windows Phone Microsoft, webOS Hewlett-Packard beserta
distribusi aplikasi
berbasis Linux seperti MeeGo dan Maemo.
Sejarah Awal Perkembangan Android
Pada bulan Juli 2005, Google mencetuskan
kerjasama dengan Android Inc. yang saat itu berlokasi di California,
Amerika Serikat. Kala itu para pendiri Android.Inc beranggapan bahwa sistem
operasi Android hanya diperuntukkan pada telepon seluler. Sehingga munculah isu
bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler dengan menggandeng Android
sebagai sistem operasinya.
Akhirnya pada periode September 2007, Google
memperkenalkan Nexus One, salah satu jenis smartphone GSM dengan sistem operasi
berbasis Android. Google juga mengajukan hak paten atas aplikasi pada
smartphone ini dan kemudian smartphone ini diproduksi oleh HTC
Corporation dan mulai dipasarkan pada Januari 2010. Selain itu, pada
September 2008 terbentuklah anggota-anggota baru yang bergabung dalam program
kerja Android ARM Holdings, yakni Sony Ericsson, Toshiba Corp, SoftBank,
Vodafone Group dan beberapa perusahaan lainnya.
Perkembangan Tipe Android Dari Waktu ke Waktu
Sejak pertama kali diluncurkan hingga sekarang,
Android senantiasa melakukan perbaruan melalui perbaikan bug dan penambahan
fitur-fitur baru. HTC Dream yang dirilis pada Oktober 2008 merupakan smartphone
pertama yang menggunakan sistem operasi berbasis Android. Hingga saat ini tak
terhitung lagi berapa banyak smartphone yang mengusung Android sebagai sistem
operasi.
Evaluasi dan pengembangan yang tiada henti
menjadi salah satu kunci kesuksesan Android dalam merebut hati para pengguna
smartphone dan gadget. Salah satu ciri khas Android adalah penamaan
tipe-tipenya berdasarkan urutan abjad dan nama-nama makanan. Hal ini pula yang
membuat para pengguna smartphone dan gadget mudah mengingat tipe-tipe Android
apa saja yang telah diluncurkan.
Berikut ini adalah ulasan singkat mengenai
perkembangan tipe Android dari waktu ke waktu:
Android 1.1
Sistem Android yang dikenal dengan nama Android
Alpha dan Android Beta ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2007 dan baru
mulai diaplikasikan pada smartphone di awal Maret 2009. Sebagai cikal bakal OS
Android, versi ini bisa dikatakan cukup berhasil menjadi inisiator kesuksesan
besar Android.
1. Android 1.5 (Cupcake)
Sesaat setelah mengaplikasikan sistem operasinya
pada smartphone, pada Mei 2009 Android kembali merilis versi terbarunya yang
diberi nama Android Cupcake. Android Cupcake menawarkan beragam kelebihan
dibandingkan dengan versi terdahulunya, yakni fasilitas unggah video ke
Youtube, headset bluetooth yang nirkabel serta tampilan keyboard dan gambar
yang lebih atraktif.
2. Android 1.6 (Donut)
Tipe Android yang satu ini diluncurkan hanya
berselang 4 bulan setelah peluncuran saudara kandungnya, Android Cupcake.
Android Donut telah mengusung keunggulan lainnya yakni tampilan indikator baterai,
fasilitas zoom in zoom out, penggunaan koneksi CDMA serta beberapa keunggulan
lainnya.
3. Android 2.0 / 2.1 (Eclair)
Masih di tahun 2009, Android kembali meluncurkan
teknologi terbarunya yang diberi nama Android Éclair. Era Android Éclair
kemudian berhasil menarik para perusahaan gadget untuk mulai membuat gadget
dengan sistem layar sentuh yang sebelumnya dianggap kurang user friendly bagi
para pengguna smartphone.
4. Android 2.2 (Froyo = Frozen Yoghurt)
Android Froyo diluncurkan pada Mei 2010, 5 bulan
setelah peluncuran Android Éclair. Pada tipe Android yang satu ini, keinginan
para pengguna smartphone untuk memiliki kapasitas memori eksternal berupa slot
micro SD sudah dapat diwujudkan.
5. Android 2.3 (Ginger Bread)
Si roti jahe yang diluncurkan pada penghujung
tahun 2010 memiliki tampilan yang atraktif dan disertai dengan penambahan
fitur-fitur seperti dual camera dan video call. Tak hanya itu saja, Ginger
Bread juga fokus pada peningkatan kualitas dan grafis game berbasis Android.
6. Android 3.0/3.1 (Honeycomb)
Android yang diluncurkan pada Mei 2011 ini
dikhususkan bagi para pengguna tablet PC berbasis Android. User interface nya
pun berbeda dengan smartphone Android. Spesifikasi hardware yang tinggi serta
tampilan layar yang lebih besar membuat Honeycomb cocok diaplikasikan pada
tablet PC.
7. Android 4.0 (Ice Cream Sandwich)
Ice Cream Sandwich diluncurkan pada tahun yang
sama dengan peluncuran Honeycomb. Banyak sekali fitur-fitur baru yang
disematkan pada Android versi empat ini, diantaranya adalah fitur pendeteksi
wajah, fitur yang memaksimalkan kualitas fotografi, kualitas cideo yang lebih
baik serta resolusi dan grafis gambar yang sangat memuaskan.
8. Android 4.1 (Jelly Bean)
Sistem Android yang satu ini memberikan support
pada fitur on screen keyboard yang membuat kegiatan mengetik menjadi lebih
cepat, mudah dan responsif. Salah satu smartphone keren yang mengusung Android
Jelly Bean adalah Google Nexus 7 yang diprakarsai oleh perusahaan ASUS.
9. Android 4.4 (Kitkat)
Android Kitkat merupakan versi Android terbaru yang diluncurkan pada bulan
September 2013. Penggunaan nama Kitkat menjadi suatu kejutan bagi para pecinta
Android, karena nama Kitkat merupakan salah satu nama snack wafer yang populer
di dunia. Penggunaan nama ini juga membuat tipe Android ini semakin mudah
diingat orang.
Menurut Kun-Hsi Liao (2010)
mencoba menelisik kebutuhan akan perkembangan (inovasi) dalam perangkat
komunikasi, hasil studinya menyimpulkan bahwa aspek fungsi, bentuk dan
efisiensi menjadi faktor determinan mengapa orang menggandrungi perangkat
komunikasi seperti smartphone. Dari aspek fungsi, dia membaginya menjadi tiga
variabel yaitu:
-
Variabel kecerdasan atau kemampuan (Versatility) misalnya GPS, browsing internet.
- Variabel Entertainment misalnya game, mp3, kamera.
- Variabel Essentiality misalnya, fungsi komunikasi, alarm, memori eksternal.
- Variabel Entertainment misalnya game, mp3, kamera.
- Variabel Essentiality misalnya, fungsi komunikasi, alarm, memori eksternal.
Dari
aspek bentuk terkait dengan variable personalisasi atau bentuk
(misalnya perangkat harus bisa dibawa ke mana-mana) kemudian variabel kualitas
dan kondisinya yang unik (Variety, misalnya layar sentuh). Sementara dari aspek
efisiensinya smartphone terdiri dari variabel daya tahan, variabel
kepraktisan, dan variabel nilai tambah (misalnya permainan harus
menarik).
Penggunaan Telepon Cerdas dalam kehidupan
sehari-hari :
1. Sebagai
sarana mempermudah kerja.
2.
Sebagai sarana komunikasi.
3.
Sebagai alat hiburan.
4. Sebagai
alat pendidikan.
5. Sebagai
sarana informasi.
6. Sebagai
sarana usaha.
7. Sebagai
sarana kontrol.
Dampak Positif dan Negatif dari Perkembangan Teknologi
Komputer dan Telepon cerdas.
Dampak negatif pemakaian smartphone :
-
Memudahkan sekelompok orang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindak
kejahatan.
-
Dalam hal kesehatan, dampak negatif dari penggunaan ponsel adalah radiasi
sebuah ponsel dapat merusak otak.
-
Kemajuan teknologi telepon genggam yang dipergunakan untuk menyimpan dan
mengedarkan gambar dan video porno.
- Dapat
merusak mata bila terlalu lama menatap ke layar handphone.
-
Membuat seseorang menjadi lebih individualis, jarang bersosialisasi dengan
orang lain secara langsung karena sibuk dengan handphone nya.
Dampak positif pemakaian smartphone :
-
Lebih mempermudah komunikasi dengan seseorsng yang jaraknya
jauh.
-
Menambah wawasan dan mengetahui berita terkini.
-
Banyak aplikasi yang yang menghibur dan dapat mempermudah pekerjaan.
-
Menghilangkan rasa stress dengan mendengarkan music ataupun bermain game.
- Fungsinya
sama dengan komputer namun dalam bentuk yang lebuh kecil, sehingga mudah dibawa
kemana-mana.
- Dan
masih banyak lagi dampak positif yang kita belum ketahui tergantung bagaimana
kita memfungsikan smartphone itu sendiri .
Sumber :
https://www.maxmanroe.com/sejarah-perkembangan-smartphone-versi-android.html